Tampilkan postingan dengan label Seputar Cibeuti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Cibeuti. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Desember 2010

PEMBUNUH FIRMAN DITANGKAP POLISI

Cibeuti. Dalam kurun waktu tiga jam, jajaran Polresta Tasikmalaya berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap korban siswa MTs Al Ma'rufi Cikondang, Firman Faturohman (14) yang ditemukan tewas tergeletak di sawah dengan tubuh dipenuhi lumpur dan ditutupi dedaunan.

Menurut Kapolresta Tasikmalaya, Ajun Komosaris Besar Moch Hendra Suhartiyono didampingi Kabag Ops, Komisaris Yono Kusyono, dan Kasat Reskrim Ajun Komisaris Anton Firmanto, Sabtu (25/12), tersangka berinisial Ri Hil (15), yang ternyata masih pamannya sendiri, namun umur tersangka dan korban tidak jauh berbeda, hanya beda satu tahun lebih tua. Tersangka dibekuk di daerah Garut, di tempat persembunyiannya.

Menurut Anton, tersangka dapat ditangkap berdasarkan hasil pengembangan bukti keterangan keluarga dan beberapa warga. Dalam pengakuannya di hadapan polisi, tersangka membunuh untuk mendapatkan sepeda motor korban.

Pada malam kejadian, lanjut Anton, tersangka mengajak korban ke halaman sekolah dengan alasan ada yang ingin bertemu dengan korban. Kendati malam itu korban menolak, namun dengan dalih dan tutur kata yang cukup meyakinkan, akhirnya korban membonceng tersangka ke sekolahnya. Namun, sesampainya di sana, ternyata orang yang mau bertemu dengan korban tidak ada, dan tersangka mengatakan kemungkinan orang itu sudah pergi.

Ketika korban lengah, malam itu tersangka langsung menghantam kepala korban dengan linggis, yang sudah dipersiapakan tersangka dan disimpan dibalik jaketnya. Hingga lima kali tersangka menghantam korban, hingga korban tewas. Selanjutnya tersangka membawa korban ke pinggir sawah, dengan niat menguburkannya, namun niatnya itu diurungkannya. Tersangka membenamkan korban di lumpur serta menutupinya dengan dedaunan. Beberapa saat kemudian tersangka kabur dengan menggunakan sepeda motor tersangka ke daerah Kab. Garut.

Seperti diketahui, seorang siswa MTs Al Ma'rufi Cikondang, Firman Faturohman (14) ditemukan tewas tergeletak di sawah dengan tubuh dipenuhi lumpur, di depan sekolahnya, sehingga membuat warga Kampung Cikondang, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, gempar, Jumat (24/12).

Firman diduga kuat menjadi korban pembunuhan. Menurut petugas kamar mayat RSUD Tasikmalaya, yang memandikan jasad korban, menemukan sejumlah luka di tubuh korban. Antara lain di bagian kepala belakang pecah, wajah memar, serta terdapat luka lecet di dada. Sementara sepeda motor korban hilang. (A-14/A-147)***

(Sumber: Pikiran Rakyat Online)


Baca Juga:

Read More......

Jumat, 24 Desember 2010

FIRMAN DIBUNUH TEMAN SEKELAS SEKALIGUS KEPONAKANNYA

Satuan Reskrim Polresta Tasikmalaya akhirnya berhasil menangkap seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (Mts-red) tersangka pembunuhan terhadap Firman Faturohman, di daerah Garut, Jumat (24/12), saat hendak melarikan diri ke luar kota.

Kasatreskrim Polresta Tasikmalaya, AKP Anton Firmanto kepada wartawan, mengatakan tersangka RH (14thn) membunuh saudaranya Firman (14) yang keduanya duduk dibangku sekolah kelas 3, di perkebunan Kampung Cikondang, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Kamis malam (23/12).

Lokasi pembunuhan yang tidak jauh dari rumah tersangka maupun korban atau di kawasan bangunan tempat sekolah korban, kata Kasat motif yang mendasari tersangka membunuh karena iri tidak memiliki sepeda motor seperti teman-teman seusianya.

"Motifnya murni melakukan pencurian kendaraan, intinya dia ingin memilikki kendaraan yang dipakai korban," kata Anton menjelaskan korban tewas akibat hantaman benda keras hingga bagian kepala belakang remuk.

Korban yang kali pertama ditemukan oleh warga, Jumat (24/12), sekitar pukul 08.00 WIB itu, kata Kasat berdasarkan keterangan masyarakat setempat sebelum terjadinya pembunuhan sempat melihat korban berboncengan bersama tersangka.

Apalagi, kata Kasat setelah korban ditemukan tewas dipelataran sawah Kampung Cikondang, tersangka tidak diketahui keberadaannya sehingga pihak kepolisian langsung melakukan pencarian hingga akhirnya ditemukan di kawasan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat siang.

"Terangka sebelumnya hilang, bahwa korban dibawa tersangka, itu mengawali tersangka ketahuan. Si korban adalah paman dari tersangka meskipun usianya sama," kata Anton menjelaskan.

Tersangka yang duduk dibangku Madrasah Tsanawiyah kelas 3, saat menjalani proses pemeriksaan di Markas Polresta Tasikmalaya, mengaku tidak menyimpan dendam atau masalah lain terhadap korban, namun hanya ingin memiliki sepeda motor seperti teman-teman sekolahnya.

"Tidak ada masalah, karena ingin motor, orang lain punya saya tidak punya," katanya menjelaskan sambil mengangis.

Korban dibawa tersangka ke tempat sepi di kawasan sekitar sekolah korban yang jauh dari permukiman penduduk. Dengan berbekal linggis berukuran panjang sekitar 50 cm, tersangka langsung memukulkannya pada kepala korban.

"Saya buang ke sawah, tadinya mau dikubur, tapi saya panik langsung dibuang ke sawah," katanya korban dibuang ke sawah setelah diketahui tewas.

Sementara itu keluarga korban histeris mengetahui peristiwa pembunuhan itu, apalagi setelah mengetahui tersangka pembunuhan masih saudara yang tinggal satu kampung.

"Tidak disangka anak saya itu baik tidak pernah bermasalah, kenapa tega membunuh anak saya," kata ayah kandung korban, Ismail.

Sementara itu, tersangka yang masih dibawah umur itu mendekam dalam penjara Markas Polresta Tasikmalaya dan dijerat pasal 365, 338, 351 ayat 2 dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.

Read More......

HEBOH, SISWA MTS AL-MA'RUFI KELURAHAN CIBEUTI TEWAS DIBUNUH

Cikondang-Cibeuti. Warga Kelurahan Cibeuti pada Jumat (24/12) sekitar pukul 08.00 WIB dibuat gempar oleh peristiwa pembunuhan salah satu siswa kelas 3 MTs Al-Ma'rufi Kelurahan Cibeuti. Firman (14 thn) ditemukan tewas tergeletak di sebuah sawah di kampung Cikondang RW 03 Kelurahan Cibeuti tak jauh dari tempat tinggalnya dengan tubuh dipenuhi lumpur dan darah.


Korban pertama kali ditemukan oleh warga Cikondang, yang akan bekerja di sawah sekitar pukul 08.00. Menurut keterangan Ana (44 thn) salah seorang saksi yang menemukan jasad korban mengatakan bahwa ia melihat korban tertelungkup di sawah dengan beberapa luka di bagian kepala dan punggung. Ia mengaku tak berani mendekat jasad korban dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke aparat kelurahan Cibeuti.

Saat itulah diketahui mayat tersebut tidak lain adalah Firman, warga Cibeuti Kelurahan Cibeuti Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Menurut keterangan ayah korban, pada malam sebelum ditemukan tewas korban dijemput oleh temannya yang sekaligus keponakan korban H (14 th) untuk jalan jalan. Karena masih memiliki hubungan keluarga, keluarga pun tidak memiliki kecurigaan dan mengijinkan mereka pergi berdua untuk jalan-jalan. Ayah korban sempat mencari-cari korban karena sudah sampai larut malam, korban belum juga pulang ke rumah. Sampai pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00, pihak keluarga shock saat mendengar kabar bahwa anaknya telah tewas mengenaskas di sebuah sawah di Kmp Cikondang tak jauh dari rumahnya.. Sementara ibu korban menurut keterangan sedang berada di Banten untuk melakukan Ziarah. Petugas kemudian membawa jasad korban ke RSUD Tasikmalaya. PZA***


Baca juga:

Read More......

MENU

KIRIM SMS GRATIS....