Sabtu, 05 Februari 2011
Rp 2 Triliun Digelontorkan Untuk Berantas Kemiskinan dalam 3 Bulan
Kamis, 16 Desember 2010
HARI INI HARI TERAKHIR PNPM EXPO 2010 ASIA PLAZA TASIKMALAYA

Hari ini (Jumat, 17/12) adalah hari terakhir diadakannya acara PNPM Expo 2010 di Asia Plaza Tasikmalaya. Acara yang digelar mulai Rabu (15/12) kemarin bertujuan untuk memamerkan karya-karya PNPM Kota Tasikmalaya.
Rabu, 15 Desember 2010
BKM BARU SEMANGAT BARU
GOR Bulutangkis-Cibeuti. Sebanyak dela-pan puluh dua utusan warga Kelurahan Cibeuti, pada Rabu (08/12) kemarin berkumpul di GOR Bulutangkis Kelurahan Cibeuti untuk memilih anggota BKM-PWK Cibeuti periode 2010-2012. Dari 132 utusan RT/RW se-Kelurahan Cibeuti, hanya 82 orang yang menghadiri acara yang di-kemas sedikit berbeda tersebut.
Memang, panitia pemilihan mengemas acara sedikit berbeda dari biasanya. Dalam acara ter-sebut panitia dan juga BKM-PWK Cibeuti pe-riode 2008-2010 menghadirkan tampilan slide fo-to-foto kegiatan BKM selama dua tahun kebela-kang dengan menggunakan proyektor. Selain itu iklan-iklan mengenai PNPM dan berbagai kreasi BKM pun ikut ditampilkan sehingga acara pemi-lihan tidak membosankan.
Setelah melewati acara pembukaan, sam-butan-sambutan, dan prakata perpisahan dari BKM-PWK Cibeuti periode 2008-2012, akhirnya pada pukul 11.00 WIB acara pemilihan anggota BKM-PWK Cibeuti periode 2010-2012 pun dilaksanakan. Sebanyak 82 warga yang hadir pun memberikan suaranya satu persatu.
| No | Nama | RT/RW | Peroleh-an Suara |
| 1 | Oom Komarudin | 02/05 | 28 |
| 2 | Yeti Suyeti | 01/11 | 20 |
| 3 | Wawah St | 01/04 | 19 |
| 4 | Heri | 02/02 | 12 |
| 5 | Lia | 04/05 | 11 |
| 6 | Daru | 01/02 | 11 |
| 7 | Onyas | 01/11 | 7 |
| 8 | A. Suryana | 02/11 | 6 |
| 9 | Tatan | 02/09 | 6 |
| 10 | Asep | | 6 |
| 11 | Ali Imron | 03/01 | 5 |
Sumber: Sekretariat BKM PWK Cibeuti
Dari hasil perolehan suara seperti yang tertera di atas, empat anggota BKM-PWK Cibeuti terpilih adalah wajah-wajah lama yang memang aktif di BKM periode 2008-2010, sisanya adalah wajah-wajah baru di BKM. Ini berarti, BKM-PWK Cibeuti untuk periode dua tahun kedepan akan dipimpin Sumber: Sekretariat BKM PWK Cibeuti
Harapan sdr. Iwan, tentu harapan kita semua. Kita berharap BKM ke depan dapat lebih maju meningkatkan kinerja mereka dan dapat memperbaiki segala kekurangan yang masih terdapat di tubuh BKM. BRAVO BKM PWK Cibeuti. MAJU TERUS! PZA***
Senin, 15 November 2010
BKM-PWK CIBEUTI 2008/2010 DIMATA WARGA
Mudah-mudahan pendapat positif terhadap BKM ini bukanlah pujian semata, melain-kan dapat benar-benar dirasakan nyata oleh warga miskin Kelurahan Cibeuti. Dan tentu seluruh warga Kelurahan Cibeuti berharap seluruh prestasi yang telah diukir BKM masa bakti 2008-2010 dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sementara kekurangan yang tentu masih terdapat di dalam tubuh BKM dapat diper-baiki oleh para pengurus BKM-PWK Cibeuti masa Bakti 2010-2012 yang akan segera terbentuk.
Terima Kasih
BKM-PWK Cibeuti masa bakti 2008-2010!
Jumat, 23 Juli 2010
ABDUL AZIS (PELAPOR KASUS KSM CICONDONG): "SAYA TIDAK BERMAKSUD MELAPORKAN KSM CICONDONG"
![]()
Sekretariat-Cibeuti. Pada Jumat (23/07) kemarin sekitar pukul 14.00, seluruh pengurus BKM PWK Cibeuti memanggil sdr. Abdul Azis (25 thn) dan sdr. Yoyo (30 thn), pelapor tentang dugaan adanya bagi-bagi dana BLM di RW 09. Adapun maksud BKM memanggil mereka berdua adalah untuk mengkonfirmasi dan memferivikasi terhadap laporan mereka tentang adanya indikasi sisa dana BLM PNPM MP di RW 09 dan indikasi bagi-bagi dana sisa BLM tersebut.
Ketika ditanya BKM, Mereka (Abdul Azis dan Yoyo) membenarkan tentang kedatangann mereka ke Koorkot Tasikmalaya. Namun ketika dikonfirmasi mengenai kebenaran adanya laporan tersebut, ia menyanggahnya. "Maksud saya datang ke Koorkot bukanlah untuk melaporkan hal itu (dugaan bagi-bagi dana BLM) dan saya tidak merasa melaporkannya. Saya awalnya hanya menanyakan tentang apakah ada kegiatan RTLH dan listrik gratis di PNPM-MP. Pak Dede (Bpk Dede Kahiat-red) menjawab, katanya tahun ini tidak ada. Lalu kepada pak Dede saya bertanya, apakah ada indikasi kebocoran di PNPM MP?, pak Dede menjawab katanya sulit ada kebocoran. Lalu Ia (Bpk Dede Kahiat, Koorkot-red) menanyakan alamat saya dan menanyakan apakah ada kegiatan PNPM MP di daerah saya. lalu saya menjawab ada. Nah, mungkin dari sana Bpk. Dede menganggap bahwa saya melaporkan adanya bagi-bagi dana BLM di daerah saya." Ujar Abdul Azis menjelaskan.
Selasa, 20 Juli 2010
KASUS KSM CICONDONG: "SI PELAPOR TIDAK BAWA BUKTI DAN AWAM SOAL PNPM"
Minggu, 18 Juli 2010
KSM CICONDONG: "TIDAK ADA BAGI-BAGI DANA BLM"
Cicondong-Cibeuti. Adanya laporan dari warga yang melaporkan bahwa ada sisa dana BLM di RW 09 pada dana BLM tahap III tahun anggaran 2009, mengejutkan KSM Cicondong (KSM/Panitia Kegiatan dinding penahan tanah di RW 09 pada dana BLM tahap III 2009). malam itupun KSM segera melakukan rapat mendadak mengenai adanya aduan tersebut. Rapat yang juga dihadiri oleh UPL, sdr. Oos Setiawan dan Sekretariat BKM PWK Cibeuti sdr. Pipin Zainal Aripin tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada sisa dana BLM, apalagi sampai bagi-bagi uang dana BLM.
"Tidak ada bagi-bagi dana BLM pak, jangankan bisa bagi-bagi dana, sisapun tidak ada. Yang ada, justru uang kami (KSM-red) yang terpakai menutupi kekurangan dana kegiatan tersebut" ujar Iwan Ridwan, Ketua KSM Cicondong memberikan penjelasan pada saat rapat KSM. "Apa dasarnya laporan tersebut? apa orang tersebut punya bukti yang kuat? atau apakah dia punya bukti yang cukup? " Sanggah Iwan Ridwan menambahkan. "Kami siap di investigasi oleh BKM, Fasilitator, atau Korkot Tasikmalaya. Jika memang memang hal itu terjadi, Silahkan buktikan. Kami hanya meminta bukti dan saksi kalau memang ada indikasai/kecurigaan kearah sana." Ujar Iwan Ridwan berapi-api.
"Mungkin dalam waktu dekat ini kami akan menghadap Korkot Tasikmalaya sebagai pihak yang menerima pengaduan untuk melakukan konfirmasi masalah ini. Jika tidak terbukti, kami minta keterangan tertulis dari pihak Korkot Tasikmalaya yang menerangkan bahwa terbukti secara sah dan meyakinkan tidak ada bagi-bagi dana BLM seperti yang dilontarkan oleh si pelapor. Ini kami minta demi nama baik kami sebagai KSM, nama baik RW 09, dan juga nama baik BKM PWK Cibeuti." Ujar Iwan Ridwan menambahkan
KSM CICONDONG BAGI-BAGI DANA BLM?
Sekretariat-Cibeuti. Jumat (16/07) Unit Pengelola Lingkungan (UPL) BKM PWK Cibeuti, Sdr Oos Setiawan, dikejutkan dengan telepon dari beberapa anggota Fasilitator PNPM-MP Kecamatan Kawalu. beberapa tim fasilitator yang menghubungi UPL tersebut diantaranya adalah Bpk. handi, Bpk. Egi, dan Ibu lilis. mereka mengkonfirmasi kepada UPL bahwa pada hari itu (Jumat 16/07-red) sekitar pukul 14.00 telah masuk sebuah laporan ke korkot Tasikmalaya dari seorang warga yang melaporkan bahwa telah terjadi bagi-bagi uang BLM di RW 09 Kelurahan cibeuti.
Bpk Oos Setiawan yang kebetulan adalah warga RW 09 merasa terkejut dan segera mengkonfirmasi laporan ini kepada KSM, Sekretariat BKM, dan Koordinator BKM PWK Cibeuti. "Hasil investigasi sementara, tidak ada sisa dana BLM pada kegiatan dinding penahan tanah di RW 09, apalagi sampai bagi-bagi uang dana BLM" ujar Oos Setiawan saat dikonfirmasi BKM melalui Hp. "Bagi-bagi uang dari mana pak? jangankan bisa bagi-bagi, sisa saja tidak ada, jangankan sisa, yang ada uang saku saya (Ketua KSM Cicondong-red) terpakai oleh kegiatan tersebut" jelas Iwan Ridwan, ketua KSM Cicondong, menjelaskan.
Sebenarnya koordinator BKM PWK Cibeuti pun sedikit terkejut dengan adanya laporan ini. "Kegiatan tersebut sudah di Verifikasi oleh BKM, sudah diaudit oleh BPK dan auditor Independen, hasilnya tidak ada masalah di RW 09" Jelas Oom komarudin, koordinator BKM PWK Cibeuti. "Kami sebenarnya sedikit kecewa dengan adanya laporan warga tersebut. Kita di PNPM ada yang bertanggung jawab di tingkat Kelurahan yaitu BKM, di tingkat kecamatan (Fasilitator) kenapa si pelapor langsung mengadu ke Korkot. kami merasa dilangkahi' lanjut Bpk Oom komarudin.
"Sekarang tinggal kita tunggu saja hasil Verifikasi dari Korkot Tasikmalaya. kalau hasilnya memang terjadi bagi-bagi dana BLM, tentu KSM yang bersangkutan akan kita Tindak" ujar bpk Oom Komarudin mengakhiri pembicaraan. PZA***
Selasa, 06 April 2010
BKM PWK CIBEUTI SIAP DIAUDIT

Sekretariat, Cibeuti. Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas BKM, BKM Paguyuban Warga Kelurahan Cibeuti siap diaudit oleh lembaga independent.
Audit yang rencananya akan dilaksanakan pada awal April ini akan memeriksa seluruh keuangan, administrasi, dan kegiatan yang telah dilaksanakan BKM pada tahun 2009 kemarin. BKM pun telah mempersiapkan segala dokumen yang diperlukan auditor. “Kami telah mempersiapkan semuanya, dan siap untuk diaudit” Ujar Pipin Zainal Aripin, Sekretariat BKM PWK Cibeuti. Pipin menambah-kan, bahwa hasil audit tim independen ini nantinya akan menunjukan akuntabilitas BKM selama ini. Warga harus diyakinkan bahwa tidak ada penyelewengan dana dan ketidaksesuaian kegiatan yang dilakukan oleh BKM selama ini. “Insya Alloh hasil audit ini dapat dipertanggungjawabkan karena auditornya berasal dari lembaga independen dari Bandung.” Ujar Pipin Zainal Aripin menambahkan
Sebenarnya ini bukanlah pertama kali BKM diaudit. Sebelumnya warga Kelurahan cibeuti sudah lebih dulu mengaudit BKM melalui tim review partisipatif akhir Desember 2009 lalu. Bahkan setiap saat atau minimal satu bulan sekali BKM sebenarnya selalu diaudit oleh tim Faskel PNPM MP Kecamatan Kawalu.
Namun itu tidak cukup, perlu kiranya ada tim auditor yang benar-benar independen dan kompeten dalam mengaudit suatu lembaga. Sehingga hasil dari auditnya nanti benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Adanya audit ini menunjukan bahwa BKM benar-benar bekerja profesional tidak ada yang ditutup-tutupi dan siap mempertanggungjawabkan segala sesuatu apabila memang ada yang tidak sesuai dengan prosedur. OK***
Jumat, 12 Februari 2010
PARA KORUPTOR, CONTOHLAH BKM PWK CIBEUTI…! (BKM PWK Cibeuti, Dituntut Bekerja Maksimal Ditengah Biaya Operasional yang Minim)

Meskipun biaya Operasional (BOP) BKM PWK Cibeuti sangatlah minim, namun itu tidak menyurutkan tekad BKM untuk bekerja maksimal demi suksesnya program PNPM-MP di Kelurahan Cibeuti.
BOP BKM yang seyogyanya Rp. 1.500.000,- harus rela disisihkan Rp. 750.000,- untuk biaya audit BKM. Bayangkan, dengan biaya operasional hanya Rp. 750.000,- BKM harus bisa mengontrol dan mendampingi 9 kegiatan, dan memastikan program ini berjalan dengan baik. Kadang mereka harus rela berpanas-panasan berkeringat mengontrol kegiatan PNPM se-kelurahan Cibeuti dengan hanya diberi biaya transportasi Rp. 15.000,- untuk 6 orang. Belum lagi mereka kadang harus rela meninggalkan keluarga dan pekerjaan mereka untuk mengadakan pertemuan di sekretariat tanpa ada konsumsi yang memadai apalagi uang duduk yang pantas.
Belum selesai sampai disana, perjuangan para anggota BKM PWK Cibeuti dan jajarannya juga kadang diuji oleh sikap beberapa warga yang tidak puas akan keputusan BKM. BKM kadang dicaci, dimaki, bahkan diteror lewat SMS. Mungkin itu salahsatu penyebab mengapa BKM yang awalnya berjumlah 11 orang, sekarang menyusut hanya tinggal 4 orang saja yang benar benar aktif di kepengurusan BKM
Pada dana BLM sebelumnya (tahap II) BKM pun harus rela menerima dana BOP hanya sebesar Rp. 1 juta. BOP yang seyogyanya sebesar Rp. 3 juta ini harus BKM relakan untuk LPM sebesar Rp. 2 juta untuk kepentingan warga. Dengan uang Rp. 1 juta tersebut BKM harus bisa memastikan 16 kegiatan infrastruktur dan 4 kegiatan sosial berjalan dengan baik. Tidak hanya itu dengan biaya yang sangat minim tersebut BKM harus menjaga administrasi kesekretariatan tersusun rapi dan baik.
Tentu, bukan maksud kami untuk mengeluh, dan meminta biaya operasional (BOP) yang lebih Besar. Namun BKM berharap masyarakat tahu bahwa PNPM khususnya kami di BKM PWK Cibeuti itu beda. Kami bekerja benar-benar ikhlas tanpa mengharapkan apapun dari pemerintah.
Kami (BKM PWK Cibeuti) seharusnya menjadi contoh buat para oknum pejabat korup yang hanya mengharapkan imbalan uang dan kedudukan tanpa mempedulikan kepentingan rakyat. Yang hanya mau bekerja hanya apabila ada iming-iming uang dibelakangnya. Ada uang “lancar” tidak ada uang “I’m sorry, goodbye”.
Maju terus BKM PWK Cibeuti tunjukan kepada mereka para koruptor dan yang gila akan uang dan kedudukan, bahwa mereka adalah abdi negara/rakyat bukan abdi/budak uang dan kedudukan. PZA***
Selasa, 09 Februari 2010
MESKIPUN SERBA MENDADAK, PENCAIRAN DANA BLM BERLANGSUNG LANCAR
Hari yang ditunggu-tunggu oleh warga miskin kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya akhirnya datang juga. Ya, pencairan dana BLM tahap III termin I akhirnya dapat dilaksanakan pada Selasa (09/02) kemarin pukul 13.00 WIB.
Terlihat keceriaan yang tergambar diwajah tiap-tiap ketua dan anggota KSM yang hadir pada acara pencairan tersebut. Bagaimana tidak, sebelumnya sempat terjadi kesimpangsiuran tentang waktu pencairan dana BLM tersebut. Sempat tersiar kabar bahwa pencairan akan dilaksanakan pada Sabtu (06/02) kemarin, ternyata belum dapat dilaksanakan karena BKM belum mendapatkan rekomendasi pencairan dari Korkot Tasikmalaya.
Sampai pada Senin (08/02) sore pun, BKM masih belum menerima kepastian tentang kapan rekomendasi pencairan tersebut didapatkan BKM. “Ini semua serba mendadak, saya saja baru mendapatkan informasi bahwa dana sudah dapat dicairkan pada pukul 09.00 pagi ini (Selasa 09/02-red)” ujar koordinator BKM-PWK Cibeuti, Bpk. Oom Komarudin. Hal senada diungkapkan oleh Ibu Yeti Suyeti, salah satu anggota BKM-PWK Cibeuti “Bahkan BKM tidak sempat membuat undangan secara resmi kepada KSM. Undangan pencairan kami lakukan secara door to door ketiap-tiap ketua KSM secara mendadak, bahkan ada ketua KSM yang diundang melalui SMS.” Ungkap anggota BKM yang sempat menjadi koordinator periode II ini. “Namun meskipun serba mendadak alhamdulillah semua berjalan lancar, semua informasi dapat disampaikan dan dapat dicerna dengan baik oleh KSM” tambah Ibu Yeti usai menghadiri acara pencairan.
Dana yang dapat dicairkan BKM atas rekomendasi Korkot Tasikmalaya pada termin I ini adalah sebesar Rp. 24 juta dari total dana BLM tahap III sebesar Rp. 40 juta. Adapun dana tersebut dialokasikan untuk kegiatan infrastruktur sebesar Rp. 23.300.000,- dan untuk Biaya Operasional (BOP) BKM sebesar Rp. 700.000,-. Berikut adalah rincian pengalokasian dana BLM tahap III termin I tahun anggaran 2009 untuk Kelurahan Cibeuti.
Nama KSM RT/RW Termin I
1. Bejo 03/01 2.060.000,-
2. Padat Karya 06/03 1.456.000,-
3. Al-Fattah 2 04/04 2.375.000,-
4. Sukamandiri 03/06 1.467.000,-
5. Al-Muqimin 01/10 1.727.000,-
6. Cicondong 01/09 6.175.000,-
7. Satuju 01/05 2.990.000,-
8. Negla sesama 11 01/11 2.060.000,-
9. Massa 04/08 2.990.000,-
BOP 700.000,-
BKM berharap seluruh KSM dan warga dapat memanfaatkan dana yang turun dari pemerintah melalui program PNPM ini dengan sebaik-baiknya. Semua kegiatan dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan standar konstruksi PNPM-MP. “Semoga kali ini tidak ada lagi kesalahan yang dilakukan oleh KSM, mudah-mudahan semua berjalan lancar dan sesuai dengan rencana, amin”. Ujar Bpk Oom Komarudin mengakhiri pembicaraan pada sambutan BKM pada acara pencairan tersebut. PZA***
SEMUA SERBA MENDADAK

Semua serba mendadak, itulah kesan yang dapat ditangkap oleh BKM sehubungan dengan pencairan dana BLM tahap III temin I ini. Bagaimana tidak, hingga Senin (07/02) malam pun BKM masih belum bisa memastikan kapan dana BLM tersebut dapat dicairkan, sehingga BKM belum berani mengeluarkan surat undangan pencairan kepada KSM.
Hingga akhirnya pada Selasa (09/02) sekitar pukul 08.30 WIB BKM menerima telepon dari fasilitator PNPM-MP bahwa waktu itu juga BKM ditunggu oleh fasilitator di Bank Jabar untuk mengambil dana BLM termin I. Dari sana sekretariat BKM mulai terlihat sibuk. Ibu Yeti Suyeti, salah satu anggota BKM yang kebetulan berada di sekretariat dan menerima telepon dari fasilitator pagi itu terlihat sibuk menghubungi koordinator dan seluruh anggota BKM dan UPL. Tidak lama kemudian koordinator dan para anggota BKM, UPL, UPS, UPK, serta sekretariat mulai berdatangan ke sekretariat. Rapat mendadak pun segera dilaksanakan.
Berdasarkan kesepakan, pencairan dana BLM akan dilaksanakan hari itu juga (Selasa,09/02) pada pukul 13.00 WIB. Beberapa anggota BKM pun segera pergi ke Bank Jabar untuk mengambil dana BLM, sementara anggota BKM yang lain sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan di sekretariat BKM. UPL BKM PWK Cibeuti terlihat sibuk menghubungi para ketua KSM. Sementara Sekretariat BKM terlihat sibuk mempersiapkan administrasi pencairan. UPS pun ikut sibuk membantu, mengeprint daftar hadir dan beberapa dokumen yang diperlukan. Menjelang siang hari, BKM kembali disibukan karena harus menghitung dan memisahkan dana sesuai dengan alokasi yang telah ditentukan untuk masing-masing KSM.
“Ini semua sangat melelahkan. Semua serba mendadak” Ujar ibu Wawah St. Wahyunah, salah satu anggota BKM-PWK Cibeuti ditengah-tengah pekerjaannya mempersiapkan beberapa dokumen BKM. “Ini semua serba mendadak, saya saja baru mendapatkan informasi bahwa dana sudah dapat dicairkan pada pukul 09.00 pagi ini (Selasa 09/02-red)” tambah koordinator BKM-PWK Cibeuti, Bpk. Oom Komarudin. Hal senada juga dirasakan oleh para ketua KSM pada dana BLM tahap III ini “Abdi nuju damel disawah pak, tiba-tiba istri abdi nyauran, saurna aya Bpk Oos (UPS-red) ngawartosan kedah saenggalna ka Sekretariat kanggo pencairan” “Saya waktu itu sedang bekerja di sawah pak, tiba-tiba istri saya datang memberitahu bahwa ada Bpk Oos (UPS-red) menyuruh segera datang ke sekretariat untuk acara pencairan” Ungkap Iwan Ridwan (30 th).
Segala hal yang serba mendadak memang sangat melelahkan, bahkan tidak menutup kemungkinan hasil pekerjaan pun mungkin tidak akan maksimal dilaksanakan. Semua pihak sebenarnya tidak mengharapkan hal ini.
Para anggota KSM berharap mereka tidak diberitahu secara mendadak. Begitu pun BKM, mereka juga mengharapkan seyogyanya mereka diberitahu minimal sehari sebelum pengambilan dana BLM ke Bank agar BKM bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Karena semua BKM, UPL, UPS, Sekretariat dan para ketua KSM memiliki kesibukan dan pekerjaan masing-masing.
Semoga pada acara-acara lainnya termasuk pencairan dana BLM hal yang serba mendadak yang cukup melelahkan ini tidak terulang lagi. Bravo BKM.
Sabtu, 06 Februari 2010
BAPAK WAKIL WALIKOTA TINJAU KEGIATAN PNPM-MP DI CIBEUTI

Pada Kamis (28/01) Warga masyarakat Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya mendapat kehormatan dikunjungi oleh Bapak Wakil Walikota (Wawalkot-red) Tasikmalaya, H. Dede Sudrajat, MP. Kunjungan Wakil Walikota ini dalam rangka meninjau kegiatan-kegiatan PNPM-MP/P2KK yang sudah dilaksanakan di Kelurahan Cibeuti. Pada kesempatan itu juga hadir bersama Wawalkot Tasikmalaya, Camat Kawalu, Bpk Drs. Maman Riyadi, dan Korkot PNPM-MP, Bpk Dede Kahiat.
Dalam sambutannya, Korkot Tasikmalaya, Bpk Dede Kahiat, mengatakan bahwa BKM-PWK Cibeuti termasuk kedalam Best Practice BKM (BKM terbaik) di Kecamatan Kawalu sehingga Wawalkot dan rombongan ingin melihat langsung kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh BKM.
Dalam kesempatan itu juga Bpk. Dede Kahiat mengatakan bahwa Kelurahan Cibeuti adalah salah satu kelurahan yang direkomendasikan untuk mendapatkan program ND (Neighborhood Development) yang akan mendapatkan dana bantuan pemerintah sebesar Rp. 1 miliar. “Kelurahan Cibeuti direkomendasikan untuk mendapatkan program ND (Neighborhood Development-red) yang berhak mendapatkan bantuan dari pemeintah sebesar Rp. 1 miliar”. Ujar Bpk Dede Kahiat dalam sambutannya pada acara dengar pendapat dengan warga di GOR Kelurahan Cibeuti.
Wawalkot Tasikmalaya, Bpk H. Dede Sudrajat, MP menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap BKM yang sudah dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apapun dalam menjalankan tugasnya mengelola kegiatan PNPM di Kelurahan Cibeuti.
Untuk dana BLM tahun 2010, Bapak Wawalkot mengatakan bahwa Kelurahan Cibeuti akan mendapatkan dana sebesar Rp. 350 Juta dari pemerintah. Ini berarti meningkat 75% dari tahun 2009 yang hanya mendapatkan dana BLM sebesar Rp. 200 juta.
Pada acara yang bertajuk “Kunjungan TKPKD dan KBP Kota Tasikmalaya” itu pun, bapak Wawalkot Tasikmalaya berkesempatan untuk menyerahkan secara simbolis sertifikat pelatihan menjahit kepada siswa lulusan program pelatihan menjahit yang dilaksanakan oleh BKM-PWK Cibeuti.
Usai melaksanakan dengar pendapat de-ngan warga, Bapak Wawalkot Tasikmalaya dan rombongan langsung turun ke lapangan meninjau hasil kegiatan PNPM-MP di Kelurahan Cibeuti.
Kunjungan Wawalkot dan rombongan diawali dari kegiatan MC di Kmp. Gunung Batu, dalam hal ini Wawalkot menilai bangunan MC yang di kelola oleh KSM Dwi Karya Mandiri ini sudah cukup baik.
Usai meninjau MC di Kmp. Gunung Batu, Bapak Wawalkot dan rombongan lalu meninjau kegiatan RTLH di Kmp. Gunung Malang, dan sempat berdialog dengan penerima manfaat kegiatan tersebut.
Terakhir, Bapak Wawalkot dan rombongan meninjau kegiatan Rabat beton yang diadakan di Kmp Cijeruk Girang. Disana, rombongan sempat dijamu oleh warga yang sudah mempersiapkan jamuan kelapa muda buat Wawalkot dan rombongan. Jamuan alakadarnya ini dirasa begitu berarti karena sebelumnya rombongan Wawalkot terlihat kelelahan dan kehausan usai meninjau kegiata RTLH yang melewati medan yang cukup berat dan melelahkan.
Selain kegiatan Infrastruktur, Wawalkot dan rombongan juga berkesempatan meninjau langsung peternak yang mendapatkan bantuan program ternak domba bergulir. Dalam kesempatan ini Wawalkot Tasikmalaya memuji dan menyampaikan apresiasi kepada ketua KSM Ternak Domba bergulir Sdr. Asep Irfan Setiawan. Pemuda yang baru berusia 18 tahun ini dinilai sebagai contoh pemuda yang mempunyai semangat tinggi dalam menjalani kehidupan. Beliau mengatakan beternak juga adalah suatu pekerjaan yang menjanjikan apabila dikelola dengan baik dan benar.
BKM berharap kunjungan dari bapak Wakil Walikota Tasikmalaya ini dapat dijadikan suntikan semangat buat BKM beserta jajarannya dan juga buat KSM dan masyarakat untuk lebih meningkatkan kinerja dalam membangun Kelurahan Cibeuti demi kesejahteraan warga. PZA***
